tugas
KATA PENGANTAR
Puji syukur
saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini
diharapkan mampu membantu kita dalam memperdalam dan lebih memahami berorganisasi di masyarakat, di
sekolah dan di lingkungan universitas. Selain itu, makalah ini diharapkan agar
dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi lebih memahami dampak-dampak
yang terjadi di dalam organisasi baik itu dampak negatif maupun dampak positif.
Oleh karena
itu, makalah ini diharapkan agar kita memiliki sikap yang kritis terhadap
situasi, kondisi dan juga dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam
kehidupan.
Akhir kata,
saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca
makalah ini dengan tulus ikhlas. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat,
khususnya bagi saya dan pembaca. Amin
Palembang, 10 November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR....................................................................................................I
DAFTAR ISI..................................................................................................................II
BAB I
PENDAHULUAN..............................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah…………………………………….……………………..…......2
BAB II
PEMBAHASAN...............................................................................................4
A. Bagaimana
Negara Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ........4
B. Bagaimana
gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno...........................................9
C.
Keberhasilan apa yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno..11
D. Kegagalan
apa yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno.....11
BAB III PENUTUP………………………………………………………………......14
A. Kesimpulan…………………………………………....………………………..…14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Di setiap
komunitas selalu ada pemimpinnya. Peran pemimpin beraneka ragam, di antaranya
adalah sebagai penggerak, motivator, inspirator, penunjuk arah, menyatukan,
pelindung, pengayom, penolong, pembagi kasih sayang, mencukupi serta
mensejahterakan, dan lain-lain. Tugas pemimpin, dengan demikian memang banyak
dan berat. Semua peran itu akan dipertanggung-jawabkan, baik di hadapan manusia
yang dipimpinnya maupun di hadapan Tuhan kelak.
Sebagai
penggerak dan motivator, maka pemimpin harus menjadikan semua orang yang
dipimpinnya hidup. Jiwa, pikiran, dan semangat dari semua orang yang dipimpin
menjadi hidup dan berkembang. Untuk menggerakkan bagi semua yang dipimpinnya,
seorang pemimpin membutuhkan tipe atau gaya yang dimiliki pemimpin untuk
memimpin semua orang.
Ir. Soekarno
adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan semangat
nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat
popularistik dan bertempramen meledak-ledak. Gaya kepemimpinan yang diterapkan
oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideology yang mendasari
Negara atau partai, sehingga konsisten dan sangat fanatic, cocok diterapkan
pada era tersebut.
Ir.
Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21
Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat
pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan
bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia
adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang
terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11
Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya - berdasarkan versi yang
dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat - menugaskan Letnan Jenderal Soeharto
untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan.
Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai
Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di
parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno
diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di
tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik
Indonesia
Soekarno diantara Pemimpin Dunia
Presiden
Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi
kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang
sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri. Ia aktif dalam usaha persiapan
kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan
dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi
Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa
Rengasdengklok.
Pada
tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni
Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima
langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran
(Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu
membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa
ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan
Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat
wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa
proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri. Namun keterlibatannya dalam
badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda
bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka penulis membuat penjabaran rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana Negara Indonesia di masa
kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ?
2. Bagaimana gaya kepemimpinan Presiden
Ir.Soekarno ?
3. Keberhasilan apa yang dihasilkan dari
gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno?
4. Kegagalan apa yang dihasilkan dari
gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana
kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno sebagai Presiden pertama RI.
2. Untuk mengetahui bagaimana gaya
kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno saat menjabat menjadi Presiden ke pertama RI.
3. Untuk mengetahui dampak apa yang
terjadi dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno pada saat itu.
4. Untuk mengetahui kegagalan apa yang di
dapat dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno pada saat itu.
BAB II
PEMBAHASAN
2. 1 Karir Kepemimpinan Soekarno
Soekarno
memulai karirnya sebagai pemimpin organisasi pada usia 26 tahun,tepatnya 14
Juli 1927. Pada saat itu beliau memimpin sebuah partai politik yaitu Partai
Nasional Indonesia (PNI) yang mempunyai arah perjuangan kemerdekaan
bagiIndonesia. Hal ini mengakibatkan para pimpinan PNI termasuk Soekarno
ditangkap dan diadili oleh pemerintahan kolonial Belanda. Tetapi pada saat di
dalam proses pengadilan Soekarno malah menyampaikan pandangan politiknya
mengenai gugatannya terhadap pemerintahan yang terkenal dengan Indonesia
menggugat. Sikap Soekarno sebagai pemimpin bangsa pada saat itu sangat
menekankan pentingnya persatuan dalam nasionalisme, kemandirian sebagai sebuah
bangsa dan anti pejajahan. Hal ini tercermin di dalam pidato-pidato beliau
dalam menggelorakansemangat revolusi secara besaran-besaran untuk lepas dari
belenggu imperialisme.Akhirnya Soekarno berhasil menggelorakan semangat
revolusi dan mengajak berdiri diatas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun
belum sempat berhasil membawa rakyatnyadalam kehidupan yang sejahtera. Konsep
“berdiri di atas kaki sendiri” memang belumsampai ke tujuan tetapi setidaknya
berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas
utang luar negeri yang terbukti menghadirkanketergantungan dan ketidakberdayaan
(neokolonialisme).Sikap tersebut mengakibatkan Belanda membubarkan organisasi
PNI sehinggaSoekarno dan teman seperjuangannya bergabung dengan Partindo pada
bulan Juni tahun1930. Setelah melalui perjuangan yang panjang bahkan beliau
pernah dipenjara kembalioleh Belanda namun tidak menyurutkan langkah
perjuangannya. Pada akhirnya, padatanggal 17 Agustus 1945 Soekarno bersama
Muhammad Hatta berhasilmemproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia menandai
berdirinya negara yang berdaulat. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan
Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun
bangsa-bangsa di Asia, Afrika, danAmerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika
di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Setelah
pemerintahan berjalan di tangan bangsa Indonesia, Soekarno memimpin
pemerintahan dan mengalami berbagai fase dalam pemerintahannya. Fase pertama
pemerintahan Presiden Soekarno (1945-1959) diwarnai semangat revolusioner,
serta dipenuhi kemelut politik dan keamanan. Belum genap setahun menganut
sistem presidensial sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, pemerintahan
Soekarno tergelincir ke sistem semi parlementer. Pemerintahan parlementer
pertama dan kedua dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Pemerintahan
Sjahrir dilanjutkan oleh PM Muhammad Hatta yang merangkap Wakil Presiden.
Kepemimpinan Soekarno terus menerus berada di bawah tekanan militer Belanda
yang ingin mengembalikan penjajahannya, pemberontakan-pemberontakan bersenjata,
dan persaingan di antara partai-partai politik. Sementara pemerintahan
parlementer jatuh-bangun. Perekonomian terbengkalai lantaran berlarut-larutnya
kemelut politik. Ironisnya, meskipun menerima sistem parlementer,
Soekarnomembiarkan pemerintahan berjalan tanpa parlemen yang dihasilkan oleh
pemilihan umum. Semua anggota DPR (DPRGR) dan MPR (MPRS) diangkat oleh presiden
dari partai-partai politik yang dibentuk berdasarkan Maklumat Wakil Presiden, tahun
1945. Demi kebutuhan membentuk Badan Konstituante untuk menyusun konstitusi
barumenggantikan UUD 1945, Soekarno menyetujui penyelenggaraan Pemilu tahun
1955, pemilu pertama dan satu-satunya Pemilu selama pemerintahan pada saat itu.
Pemilu tersebut menghasilkan empat besar partai pemenang yakni PNI, Masjumi, NU
dan PKI. Usai Pemilu, Badan Konstituante yang disusun berdasarkan hasil Pemilu,
mulai bersidang untuk menyusun UUD baru. Namun sidang-sidang secara marathon
selamalima tahun gagal mencapai kesepakatan untuk menetapkan sebuah UUD yang
baru. Menyadari bahwa negara berada di ambang perpecahan, Soekarno dengan
dukungan Angkatan Darat, mengumumkan dekrit 5 Juli 1959. Isinya;
membubarkanBadan Konstituante dan kembali ke UUD 1945. Sejak 1959 sampai 1966,
Bung Karno memerintah dengan dekrit, menafikan Pemilu dan mengangkat dirinya
sebagai presiden seumur hidup. Pemerintahan parlementer yang berpegang pada UUD
Sementara, juga jatuh dan bangun oleh mosi tidak percaya. Akibatnya, kondisi
ekonomi kacau. Pada fase kedua kepemimpinannya, 1959-1967, Soekarno menerapkan
demokrasi terpimpin. Semua anggota DPRGR dan MPRS diangkat untuk mendukung
program pemerintahannya yang lebih fokus pada bidang politik. Bung Karno
berusaha keras menggiring partai-partai politik ke dalam ideologisasi
NASAKOM—Nasional,Agama dan Komunis. Tiga pilar utama partai politik yang
mewakili NASAKOM adalah PNI, NU dan PKI. Bung Karno menggelorakan Manifesto
Politik USDEK. Diamenggalang dukungan dari semua kekuatan NASAKOM. Namun di
tengah tingginya persaingan politik Nasakom itu, pada tahun 1963, bangsa ini
berhasil membebaskan Irian Barat dari cengkraman Belanda.Tahun 1964-1965,
Soekarno kembali menggelorakan semangat revolusioner bangsanya ke dalam
peperangan (konfrontasi) melawan Federasi Malaysia yang didukung Inggris.
Sementara, dalam kondisi itu, tersiar kabar tentang sakitnya Soekarno. Situasi
semakin runyam tatkala PKI melancarkan Gerakan 30 September 1965. Tragedi
pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat tersebut menimbulkan situasi chaos di
seluruh negeri dan menyebabkan kondisi politik dan keamanan hampir tak
terkendali. Menyadari kondisi tersebut, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat
Perintah 11Maret 1966 kepada Jenderal Soeharto. Ia mengangkat Jenderal Soeharto
selakuPanglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) yang
bertugasmengembalikan keamanan dan ketertiban. Langkah penertiban pertama yang
dilakukan Soeharto, sejalan dengan tuntutan rakyat ketika itu, membubarkan PKI.
Soekarno,setelah tragedi berdarah tersebut, dimintai pertanggungjawaban di
dalam sidangistimewa MPRS tahun 1967. Pidato pertanggungjawabannya ditolak.
Kemudian Soeharto diangkat selaku Pejabat Presiden dan dikukuhkan oleh MPRS
menjadiPresiden RI yang Kedua, Maret 1968.
2.2 Indonesia
Dibawah Kepemimpinan Soekarno
Presiden
pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di
Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya
bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa
hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri
Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh.
Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari
Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.
Semasa SD
hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Hadji Oemar Said
Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan
sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah
menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke
Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi
yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.
Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai
Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka.
Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29
Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya
berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa
yang mengaku lebih maju itu.
Pembelaannya itu membuat Belanda makin
marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun
1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya,
beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat
tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup
panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17
Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan
gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus
1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara
aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau
juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi)
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara.
Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika
Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian
berkembang menjadi Gerakan Non Blok.
Pemberontakan
G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas
pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat
Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia
meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan
di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah
menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Pada tahun 1950-1960-an,
ketika Indonesia baru saja merdeka dan sedang dikepung dari imperialism dari
segala sudut, negeri muda ini memiliki angkatan perang yang sangat tangguh,
bahkan disegani di dunia. Namun, sebelum membahas mengenai angkatan perang yang
gemilang itu, alangkah baiknya jika diberi pengantar sedikit mengenai situasi
politik saat itu. Karena, situasi politik saat itu sangat membidani lahirnya
angkatan perang yang tangguh itu. Sebelum revolusi Agustus 1945 hingga
menjelang provokasi Madiun 1948, Soviet banyak menyokong perjuangan rakyat
Indonesia, bukan hanya dalam sokongan politik tetapi juga bantuan material.
Sementara itu pembelaan yang dilakukan oleh Dmitri Manuilski dan Andrei
Wsjinski atas kemerdekaan Indonesia di arena PBB, membikin nama Republik sovyet
Sosialis Ukrainia dan Uni Republik-republik Soviet Sosialis umumnya harum
sekali di Indonesia. Di tahun 1948, Soviet sudah mengulurkan tangan untuk
bekerjasama dengan Indonesia, namun semua itu tertunda akibat meletusnya
provokasi madiun. Boleh dikatakan, bahwa setelah provokasi Madiun meletus,
sokongan tanpa balas budi dari Soviet turut terhenti, dan digantikan oleh
campur tangan Amerika Serikat dan sekutunya.
AS, yang telah
mengambil peranan lewat Komisi Tiga Negara (KTN), berhasil menggiring Indonesia
dan Belanda ke meja perundingan, yaitu Konferensi Meja Bundar (KMB), yang
melahirkan sebuah pengakuan formal akan kemerdekaan Indonesia, tetapi
melanjutkan kolonialisme terselubung di negeri ini. Pada tanggal 6 September
1950, seorang tokoh sangat kuat di Masyumi, Natsir, telah memimpin
pemerintahan, dan membagi kekuasaannya dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI),
tetapi menutup pintu untuk golongan kiri. Karena lebih berorientasi kepada
Barat, maka pemerintahan ini sangat anti kepada blok lawannya, yaitu golongan
anti-imperialis atau kubu sosialis. Sehingga, kendati Soviet telah mengulurkan
tangan untuk kerjasama dengan Negara baru ini, tetapi pemerintahan Natsir
terlihat ragu untuk menerimanya. Setelah Natsir berakhir, kekuasaan dialihkan
kepada seorang mitranya yang tidak kalah anti-kirinya, yaitu Sukiman, yang
memegang kekuasaan sejak Maret 1951. Meskipun Sukiman menggeser politik luar
negeri Indonesia semakin menjauh dari Belanda, namun semakin kelihatan merapat
dengan AS, imperialis lainnya yang tak kalah kejamnya. Pada bulan Februari
1952, tanpa sepengetahuan parlemen, pemerintahan ini telah menandatangi
perjanjian “Jaminan Keamanan Bersama” dengan AS, yang telah mengesahkan bantuan
militer AS untuk Indonesia.
Sukiman
berakhir pada tahun 1952 dan kemudian digantikan oleh tokoh PNI, Wilopo, yang
sedikit banyaknya telah merubah haluan politik luar negeri Indonesia. Meskipun
pemerintah baru ini masih bersedia menerima bantuan ekonomi dan teknis dari AS,
tetapi telah bersikap kritis terhadap Negara adidaya itu. Imbangan kekuatan makin
cepat bergesernya ketika Ali Sastroamidjoyo, salah satu tokoh penting PNI,
menjadi perdana menteri. Pada tahun 1953, Indonesia telah mengirim dubesnya
yang pertama ke Peking, dan, pada tahun 1954, telah terjadi tukar-menukar dubes
antara Indonesia-USSR. Pergeseran ini juga tercermin dalam politik
internasionalnya, dimana Indonesia telah mengeritik perang Korea, dan menolak
untuk bergabung dengan fakta militer bentukan AS dan sekutunya, SEATO. Menlu AS
saat itu, John Foster Dulles, menyebut perubahan sikap Indonesia ini sebagai
“politik amoral”. Pada tahun 1956, dalam suasana perjuangan mengembalikan Irian
barat ke pangkuan ibu pertiwi, Bung Karno telah memulai kunjungan ke beberapa
Negara, diantaranya, AS, USSR, dan Tiongkok. Meskipun kunjungannya ke AS mendapat
sambutan hangat dan berpidato di beberapa tempat di negeri itu, namun penguasa
AS kelihatannya memihak kepada Belanda terkait persoalan Irian Barat.
Ketika
berkunjung ke USSR, Bung Karno tidak hanya menemukan sebuah suasana yang
hangat, tetapi juga dukungan dari Soviet terkait perjuangan nasionalnya. Kedua
Negara sepakat menjalin kerjasama, dimana Soviet mengucurkan dana sebesar 100
juta USD. Pada tahun 1961, dalam sebuah pidatonya di Moskow, Bung Karno telah
menandaskan bahwa Asia-Afrika mengarahkan mukanya kepada Soviet karena
mengetahui bahwa negeri ini menghendaki kebebasan seluruh bangsa yang telah
memproklamasikan kemerdekaannya, dan menyebut Soviet sebagai “mercusuar” dalam
perjuangan mencapai kemerdekaan. Sebelumnya, November 1959, satu gugus kapal
perang Soviet telah singgah di Jakarta, dan angkatan lau Indonesia membalas
kunjungan ini pada tahun 1961. Tahun 1962 telah berdiri konsulat Soviet di
beberapa kota, diantaranya, Surabaya, Banjarmasin, dan Medan. Dalam persoalan
Irian Barat, Soviet sangat tegas memihak perjuangan rakyat Indonesia, yang
digambarkannya sebagai perjuangan untuk melikuidasi segala bentuk kolonialisme.
Terkait bantuan Soviet dalam membina AURI da ALRI saat perjuangan merebut Irian
Barat, Laksamana Martadinata mengatakan, “Uni-soviet adalah satu-satunya
Negara-negara yang siap membantu Indonesia dengan syarat-syarat yang dapat
diterima Indonesia.” Bahkan, menurut sebuah artikel, Soviet memberikan bantuan
sangat besar dalam membangun armada laut dan angkatan udara Indonesia, yang
nilainya mencapai 2,5 milyar USD. Seperti dicatat Dubes Soviet saat ini,
Alexander A Ivanov, ketika Indonesia sibuk menghadapi provokasi Belanda,
negerinya pernah memberikan bantuan 17 kapal perang bagi Angkatan Laut (AL)
Indonesia.
Untuk angkatan
perang laut, Indonesia pernah punya satu kapal perang terbesar dan tercepat di
dunia saat itu, buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa
kaliber 6 inchi. Inilah KRI Irian, sebuah kapal perang yang memiliki bobot
raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira.
Bandingkan dengan kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya
berbobot 1.600 ton. Untuk angkatan udara, angkatan perang Indonesia menjadi
armada udara paling ditakuti di seluruh dunia. Indonesia dikabarkan memiliki
ratusan pesawat tempur canggih, yaitu 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21
Fishbed, 30 pesawat MiG-15, 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17, dan 10
pesawat supersonic MiG-19. Pesawat diatas adalah buatan ilmuwan Soviet, salah
satu pesawat supersonic paling canggih jaman itu, bahkan mengalahkan pesawat
tercanggih yang dipunyai AS; pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5
Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang
Dunia II, seperti P-51 Mustang. Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas
Whiskey, yang memiliki penembak peluru kendali, plus 2 kapal sebagai pasokan
suku cadang. Kesemuanya pensiun begitu Soekarno jatuh, sedangkan satu buah
dijadikan museum disurabaya. Angkatan perang inilah, ditambah dengan para
sukarelawan rakyat, berhasil mengepung dan membuat gemetar Malaysia selama “68
hari”, padahal Malaysia didukung sepenuhnya oleh pasukan Inggris, Selandia Baru
dan Australia. Karena kuatnya gempuran Indonesia saat itu, Inggris harus
mengirimkan sejumlah kapal perang, termasuk beberapa kapal induk, untuk
mempertahankan Malaysia. Tidak hanya itu, Royal Air Force harus mengirim
skuadron pesawat tempur dalam jumlah besar untuk mengatasi gempuran Angkatan
Udara Republik Indonesia. Ini semua berarti bahwa indonesia adalah salah satu
negara yang disegani oleh dunia pada masa itu dan juga pemimpinya.
2.3 Gaya
Kepemimpinan Soekarno
Ir.Soekarno
dilahirkan tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Ayahnya seorang bangsawan Jawa
bernama Sukemi Sastrodihardjo dan Ibunya seorang bangsawan Bali bernama Idayu
Njoman Rai. Perpaduan darah dari kedua bangsawan ini nampaknya menumbuhkan
pribadi yang disegani, berwibawa, jiwa yang berkarakter dan watak cerdas pada
diri Soekarno. Presiden Soekarno adalah bapak proklamator, seorang orator ulung
yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki
gaya kepemimpinan yang sangat populis, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang
lembut dan menyukai keindahan.
Gaya
kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan
etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan
sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang
juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik,
penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga
pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasi
pergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta pergerakan
melepas ketergantungan dari negara-negara Barat (Amerika dan Eropa).
Ir. Soekarno
adalah pemimpin yang kharismatik, memiliki semangat pantang menyerah dan rela
berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Namun
berdasarkan perjalanan sejarah kepemimpinannya, ciri kepemimpinan yang demikian
ternyata mengarah pada figur sentral dan kultus individu. Menjelang akhir
kepemimpinannya terjadi tindakan politik yang sangat bertentangan dengan UUD
1945, yaitu mengangkat Ketua MPR (S) juga. Soekarno termasuk sebagai tokoh
nasionalis dan anti-kolonialisme yang pertama, baik di dalam negeri maupun
untuk lingkup Asia, meliputi negeri-negeri seperti India, Cina, Vietnam, dan
lain-lainnya. Tokoh-tokoh nasionalis anti-kolonialisme seperti inilah pencipta
Asia pasca-kolonial. Dalam perjuangannya, mereka harus memiliki visi
kemasyarakatan dan visi tentang negara merdeka. Ini khususnya ada dalam
dasawarsa l920-an dan 1930-an pada masa kolonialisme kelihatan kokoh secara
alamiah dan legal di dunia. Prinsip politik mempersatukan elite gaya Soekarno
adalah “alle leden van de familie aan een eet-tafel” (semua anggota keluarga
duduk bersama di satu meja makan). Dia memperhatikan asal-usul daerah, suku,
golongan, dan juga partai. Melihat bagaimana seorang Soekarno memimpin di dalam
sebuah organisasi maupun pemerintahan, menunjukkan perannya yang sentral
sebagai seorang pemimpin sejati, sebagai seorang inspirator, idealis dan
sebagai simbol perjuangan rakyat dalam menegakkan negara yang berdaulat yang
dapat dijadikan sebagai panutan. Akan tetapi ia akhirnya dijadikan kambing
hitam atas peristiwa yang mengakibatkan kekacauan politik di masa akhir
kepemimpinannya. Dan gaya yang diterapkannya jelas menunjukkan bahwa Soekarno
merupakan tipe pemimpin yang demokratis dengan mengedepankan semangat persatuan
di atas kepentingan golongan, kelompok, ras, suku, agama tertentu akan tetapi
juga ada yang menilainya sebagai pemimpin yang bertipe otoriter karena terkesan
memaksakan kebijakan pemerintahannya kepada lembaga legislatif pada saat itu.
Sebagai seorang pemimpin sejati soekarno mampu membawa arah perjuangan tetap
konsisten meskipun banyaknya rintangan yang dihadapinya. Dapat dijadikan contoh
ketika beliau berkali-kali dipenjara oleh pemerintahan kolonial, beliau tetap
tegar bahkan semakin lantang dalam menentang penjajahan sampai memperoleh kemerdekaannya.
Dalam hal sebagai inspirator atau seorang idealis Soekarno dapat menunjukkan
prestasinya melalui rumusan Pancasila yang menjadi dasar negara hingga sekarang
disamping pemikiran-pemikiran yang lain seperti Marhaenisme, kemandirian untuk
hidup di atas kaki sendiri, nasionalisme persatuan di atas perbedaan yang ada
di dalam negara dan satu idealisme yang kontroversial mengenai konsep NASAKOM
(Nasionalis, Agama dan Komunis) demi tercapainya persatuan bangsa mencapai
eksistensinya di dalam mempertahankan kemerdekaan. Sebagai pemimpin yang
idealis, Soekarno tidak mudah terpengaruh dengan keadaan bangsa ketika
dihadapkan pada situasi yang sedang gawat. Beliau tetap berada untuk berada di
atas prinsipnya sendiri dan menghindari campur tangan asing. Idealis seperti
ini tercermin dengan seringnya pergantian sistem pemerintahan demi mengatasi
masalah di dalam keadaan yang berbeda-beda. Bahkan idealismenya terlihat agak
otoriter karena harus memaksakan keputusannya dalam mengatasi krisis dengan
dekrit presiden, dan mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup misalnya.
Pada masa perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa, Soekarno layak disebut
sebagai simbol perjuangan karena pada saat itu beliau mampu tampil sebagai
diplomat dan orator yang mampu mengobarkan semangat perjuangan rakyat.
Keberanian beliau terlihat ketika menyuarakan secara berapi-api tentang
revolusi nasional, antineokolonialisme dan imperialisme. Dan juga
kepercayaannya terhadap kekuatan massa,kekuatan rakyat. Beliau adalah seorang
pemimpin yang rendah hati disamping sebagai seorang pemberani. Sifat ini dapat
dilihat dari dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Beliau berkata “Aku ini
bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena
rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” Maka pantas apabila beliau dijadikan
simbol perjuangan rakyat karena ketulusannya demi dan untuk rakyatnya.
Pada akhirnya,
Soekarno tetaplah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahaan yang harus
beliau bayar dengan melepaskan jabatannya sebagi Presiden Republik Indonesia
yang pertama. Pada akhir jabatannya beliau dianggap bersalah dengan terjadinya
tragedi G 30 S PKI yang mengakibatkan beliau harus menjadi kambing hitam (as
scapegoat) atas terjadinya peristiwa itu dan harus turun tahta dari pemimpin
bangsa setelah beliau berhasil mengawalinya.
2.4 Kelebihan
dan Kekurangan Pada Masa Kepemimpinan Soekarno
Ir.
Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 –
1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari
penjajahan Belanda. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama
kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang
menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama
dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Mengangkat harga diri bangsa di
dunia Internasional
“Berikan
aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia”. Ini adalah jargon yang
dulu dikatakan oleh Bung Karno. Beliau benar-benar mengguncang dunia bersama
pemuda-pemuda Indonesia yang lain. Nefo (new emerging forces), Gerakan Non
Blok, KTT Asia-Afrika, dan politik luar negeri bebas-aktif adalah sedikit
buktinya.
Setelah
beliau menjadi Presiden Republik Indonesia, Nilai-nilai Nasionalisme tetap
menjadi roh utama tujuan pemerintahannya. Salah satu faktor pentingnya yaitu
dengan mengangkat harga diri bangsa di dunia Internasional. Beliau sangat
sensitif dan reaktif jika Bangsa Indonesia diremehkan. Beliau membangun angkatan
bersenjata yang kuat. Mempelopori banyak hal terkait isu “membangun dunia baru
yang lebih adil dan merata”. Sepak terjangnya di dunia Internasional digoreskan
dengan tinta emas, dan diingat lawan maupun kawan sebagai sebuah pencapaian
yang luar biasa.Gerakan Non blok yang ketika itu menjadi kekuatan baru yang
netral dalam percaturan politik internasional adalah salah satu yang beliau
pelopori bersama Sri Pandit Jawaharlal Nehru (India), Joseph Bros tito
(Yugoslavia), dan Gamal Abdul Nasser (Mesir). Selain itu beliau juga memiliki
komitmen yang kuat terhadap isu perdamaian dunia. Beliau merangsang kemerdekaan
bagi negara-negara di dunia ketiga. Salah satunya yang cukup monumental yaitu
KTT Asia-Afrika pertama yang dilaksanakan pada tanggal 18 April-24 April 1955
di Bandung. Tidak hanya dibidang politik, tingginya harkat dan martabat bangsa
Indonesia juga merambah di dunia militer, pendidikan, dll. Sampai sekarang,
nama Bung Karno masih disegani oleh Negara-negara lain, baik yang ketika itu
berkawan, ataupun yang berseberangan dengannya. Beliau percaya, Kemajuan Indonesia harus
diikuti oleh pembentukan karakter bangsa yang kuat. Melalui penanaman bibit
Nasionalisme Indonesia, Bung Karno mengharapkan terbentuknya Bangsa Indonesia
yang Berkarakter, berdikari, dengan latar belakang budaya yang kaya sehingga
mampu mewujudkan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
Memperkuat KeIndonesiaan di dalam
negeri
Benih
nasionalisme yang beliau tanam, terbalut dalam bingkai revolusi. Beliau
percaya, bahwa perjuangan sesungguhnya sebagai bangsa tidak berhenti setelah
Indonesia merdeka. Perjuangan sesungguhnya malah baru dimulai. Perjuangan
mengisi kemerdekaan. Oleh sebab itulah, beliau selalu mengatakan bahwa Revolusi
Indonesia belum selesai. Perjuangan yang begitu berat justru adalah membentuk
karakter bangsa yang kuat, membangun kesadaran masyarakat sebagai bangsa
Indonesia bukanlah urusan yang gampang. Masyarakat kita yang sangat heterogen
rentan terhadap gesekan, baik horisontal maupun vertikal.
Untuk
mewujudkan ambisinya tentang keindonesian itu, beliau memompa semangat
nasionalisme bangsa. Beliau mengedepankan kebudayaan bangsa Indonesia yang
tinggi dan kaya sebagai pemersatu. Kebhinekaan (keberagaman-perbedaan) yang
berpotensi gesekan ras dialihkan menjadi suatu kekuatan. Beliau selalu membawa
budaya Indonesia. Proklamator Kemerdekaan Indonesia Soekarno,
tidak hanya dibanggakan bangsa ini tetapi juga dihormati dunia Internasional.
Pada Jamannya peranan, keberanian dan kehebatan Soekarno sangat disegani dan
dihormati pemimpin bangsa lain. Berbagai penghargaan dan 26 penghargaan Honoris
Causa didapatkannya dari berbagai negara
Ir.
Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 –
1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari
penjajahan Belanda. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama
kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang
menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama
dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Soekarno menandatangani Surat
Perintah 11 Maret 1966 Supersemar
Yang
isinya – berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat –
menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan
negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal
Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti
anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya
ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke
empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai
presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto
sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.
Ada beberap
kelebihan pada masa kepemimpinan Soeharto, yaitu sebagai berikut :
a. Melakukan kebijakan ekonomi yang di
anggap penting dengan mereformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional
yang saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50 % atas semua uang
yang beredar pada kabinet natsi.
b. Berani menentang kapitalisme yang di
anut perusahaan-perusahaan peninggalan belanda
c. Menasionalisasi/ mengambil alih
perusahaan-perusahaan asing termasuk perusahaan belanda.
Ada beberap
kelemahan pada masa kepemimpinan Soeharto, yaitu sebagai berikut :
a. Perekonomian berjalan tidak mulus
disebabkan ketidakstabilan politik dalam negeri yang dicerminkan oleh beberapa
pemberontakan di sejumlah wilayah.
b. Kondisi perekonomian Indonesia di orde
lama hampir mengalami stagflasi selama 1965 – 1966 dengan PDB hanya 0,5
persen dan 0,6 persen
c. Kehancuran ekonomi Indonesia menjelang
akhir periode orde lama juga di dorong oleh hiperinflasi yang pada tahun 1966
mencapai 650%.
d. Sistem perekonomian terpengaruh haluan
komunis meskipun indonesia berdasrkan haluan pancasila.
BAB III
PENUTUP
3. 1 Kesimpulan
Ir. Soekarno
adalah pemimpin yang kharismatik, memiliki semangat pantang menyerah dan rela
berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Presiden
Soekarno adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan
semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang
sangat populis, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang lembut dan menyukai
keindahan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi
pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga
sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat
kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat,
penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan
baru.
3. 2 Saran
Sebagai seorang pemimpin yang menginginkan
kemajuan bagi Negara dan rakyat yangdipimpinnya, hendaknya seorang pemimpin
harus memiliki Pengetahuan umum yang luas,Kemampuan, Sikap yang intuitif atau
rasa ingin tahu, Kemampuan Analitik, Ketrampilan berkomunikasi secara
efektif, Keterampilan Mendidik, Kemampuan Menentukan Prioritas, Naluri
yang Tepat, Keteladanan, Menjadi Pendengar yang Baik, Ketegasan dan keberanian,
sertaorientasi masa depan. Semuanya itu akan sangat diperlukan oleh seorang
calon pemimpinsebagai persiapan mental yang menjadi saat sekarang, belajar dari
masa lalu dan rencana dimasa depan.
Komentar
Posting Komentar