tugas



KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini diharapkan mampu membantu kita dalam memperdalam dan lebih  memahami berorganisasi di masyarakat, di sekolah dan di lingkungan universitas. Selain itu, makalah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi lebih memahami dampak-dampak yang terjadi di dalam organisasi baik itu dampak negatif maupun dampak positif.
Oleh karena itu, makalah ini diharapkan agar kita memiliki sikap yang kritis terhadap situasi, kondisi dan juga dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan.
Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca makalah ini dengan tulus ikhlas. Semoga  makalah  ini dapat bermanfaat, khususnya bagi saya dan pembaca. Amin





Palembang, 10 November 2017

 
                                                                                                                     Penulis







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR....................................................................................................I
DAFTAR ISI..................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................1
A. Latar Belakang..........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah…………………………………….……………………..…......2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................4
A.  Bagaimana Negara Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ........4
B. Bagaimana  gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno...........................................9
C. Keberhasilan apa yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno..11
D. Kegagalan apa yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno.....11
BAB III PENUTUP………………………………………………………………......14
A. Kesimpulan…………………………………………....………………………..…14












BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Di setiap komunitas selalu ada pemimpinnya. Peran pemimpin beraneka ragam, di antaranya adalah sebagai penggerak, motivator, inspirator, penunjuk arah, menyatukan, pelindung, pengayom, penolong, pembagi kasih sayang, mencukupi serta mensejahterakan, dan lain-lain. Tugas pemimpin, dengan demikian memang banyak dan berat. Semua peran itu akan dipertanggung-jawabkan, baik di hadapan manusia yang dipimpinnya maupun di hadapan Tuhan kelak.
Sebagai penggerak dan motivator, maka pemimpin harus menjadikan semua orang yang dipimpinnya hidup. Jiwa, pikiran, dan semangat dari semua orang yang dipimpin menjadi hidup dan berkembang. Untuk menggerakkan bagi semua yang dipimpinnya, seorang pemimpin membutuhkan tipe atau gaya yang dimiliki pemimpin untuk memimpin semua orang.
Ir. Soekarno adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat popularistik dan bertempramen meledak-ledak. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideology yang mendasari Negara atau partai, sehingga konsisten dan sangat fanatic, cocok diterapkan pada era tersebut.

Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 - 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya - berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat - menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia

Soekarno diantara Pemimpin Dunia 
Presiden Soekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerjasama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.  Ia aktif dalam usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, diantaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan. Ia sempat dibujuk untuk menyingkir ke Rengasdengklok Peristiwa Rengasdengklok. 
Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri. Pada bulan Agustus 1945, ia diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara di Dalat Vietnam yang kemudian menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah urusan rakyat Indonesia sendiri. Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang,antara lain dalam kasus romusha. 

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis membuat penjabaran rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana Negara Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ?
2.      Bagaimana gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ?
3.      Keberhasilan apa yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno?
4.      Kegagalan apa yang dihasilkan dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno ?



1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah :
1.      Untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno sebagai  Presiden pertama RI.
2.      Untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno saat menjabat menjadi Presiden ke pertama RI.
3.      Untuk mengetahui dampak apa yang terjadi dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno pada saat itu.
4.      Untuk mengetahui kegagalan apa yang di dapat dari gaya kepemimpinan Presiden Ir.Soekarno pada saat itu.

















BAB II
PEMBAHASAN


2. 1 Karir Kepemimpinan Soekarno
Soekarno memulai karirnya sebagai pemimpin organisasi pada usia 26 tahun,tepatnya 14 Juli 1927. Pada saat itu beliau memimpin sebuah partai politik yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mempunyai arah perjuangan kemerdekaan bagiIndonesia. Hal ini mengakibatkan para pimpinan PNI termasuk Soekarno ditangkap dan diadili oleh pemerintahan kolonial Belanda. Tetapi pada saat di dalam proses pengadilan Soekarno malah menyampaikan pandangan politiknya mengenai gugatannya terhadap pemerintahan yang terkenal dengan Indonesia menggugat. Sikap Soekarno sebagai pemimpin bangsa pada saat itu sangat menekankan pentingnya persatuan dalam nasionalisme, kemandirian sebagai sebuah bangsa dan anti pejajahan. Hal ini tercermin di dalam pidato-pidato beliau dalam menggelorakansemangat revolusi secara besaran-besaran untuk lepas dari belenggu imperialisme.Akhirnya Soekarno berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri diatas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnyadalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belumsampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkanketergantungan dan ketidakberdayaan (neokolonialisme).Sikap tersebut mengakibatkan Belanda membubarkan organisasi PNI sehinggaSoekarno dan teman seperjuangannya bergabung dengan Partindo pada bulan Juni tahun1930. Setelah melalui perjuangan yang panjang bahkan beliau pernah dipenjara kembalioleh Belanda namun tidak menyurutkan langkah perjuangannya. Pada akhirnya, padatanggal 17 Agustus 1945 Soekarno bersama Muhammad Hatta berhasilmemproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia menandai berdirinya negara yang berdaulat. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, danAmerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Setelah pemerintahan berjalan di tangan bangsa Indonesia, Soekarno memimpin pemerintahan dan mengalami berbagai fase dalam pemerintahannya. Fase pertama pemerintahan Presiden Soekarno (1945-1959) diwarnai semangat revolusioner, serta dipenuhi kemelut politik dan keamanan. Belum genap setahun menganut sistem presidensial sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, pemerintahan Soekarno tergelincir ke sistem semi parlementer. Pemerintahan parlementer pertama dan kedua dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Pemerintahan Sjahrir dilanjutkan oleh PM Muhammad Hatta yang merangkap Wakil Presiden. Kepemimpinan Soekarno terus menerus berada di bawah tekanan militer Belanda yang ingin mengembalikan penjajahannya, pemberontakan-pemberontakan bersenjata, dan persaingan di antara partai-partai politik. Sementara pemerintahan parlementer jatuh-bangun. Perekonomian terbengkalai lantaran berlarut-larutnya kemelut politik. Ironisnya, meskipun menerima sistem parlementer, Soekarnomembiarkan pemerintahan berjalan tanpa parlemen yang dihasilkan oleh pemilihan umum. Semua anggota DPR (DPRGR) dan MPR (MPRS) diangkat oleh presiden dari partai-partai politik yang dibentuk berdasarkan Maklumat Wakil Presiden, tahun 1945. Demi kebutuhan membentuk Badan Konstituante untuk menyusun konstitusi barumenggantikan UUD 1945, Soekarno menyetujui penyelenggaraan Pemilu tahun 1955, pemilu pertama dan satu-satunya Pemilu selama pemerintahan pada saat itu. Pemilu tersebut menghasilkan empat besar partai pemenang yakni PNI, Masjumi, NU dan PKI. Usai Pemilu, Badan Konstituante yang disusun berdasarkan hasil Pemilu, mulai bersidang untuk menyusun UUD baru. Namun sidang-sidang secara marathon selamalima tahun gagal mencapai kesepakatan untuk menetapkan sebuah UUD yang baru. Menyadari bahwa negara berada di ambang perpecahan, Soekarno dengan dukungan Angkatan Darat, mengumumkan dekrit 5 Juli 1959. Isinya; membubarkanBadan Konstituante dan kembali ke UUD 1945. Sejak 1959 sampai 1966, Bung Karno memerintah dengan dekrit, menafikan Pemilu dan mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup. Pemerintahan parlementer yang berpegang pada UUD Sementara, juga jatuh dan bangun oleh mosi tidak percaya. Akibatnya, kondisi ekonomi kacau. Pada fase kedua kepemimpinannya, 1959-1967, Soekarno menerapkan demokrasi terpimpin. Semua anggota DPRGR dan MPRS diangkat untuk mendukung program pemerintahannya yang lebih fokus pada bidang politik. Bung Karno berusaha keras menggiring partai-partai politik ke dalam ideologisasi NASAKOM—Nasional,Agama dan Komunis. Tiga pilar utama partai politik yang mewakili NASAKOM adalah PNI, NU dan PKI. Bung Karno menggelorakan Manifesto Politik USDEK. Diamenggalang dukungan dari semua kekuatan NASAKOM. Namun di tengah tingginya persaingan politik Nasakom itu, pada tahun 1963, bangsa ini berhasil membebaskan Irian Barat dari cengkraman Belanda.Tahun 1964-1965, Soekarno kembali menggelorakan semangat revolusioner bangsanya ke dalam peperangan (konfrontasi) melawan Federasi Malaysia yang didukung Inggris. Sementara, dalam kondisi itu, tersiar kabar tentang sakitnya Soekarno. Situasi semakin runyam tatkala PKI melancarkan Gerakan 30 September 1965. Tragedi pembunuhan tujuh jenderal Angkatan Darat tersebut menimbulkan situasi chaos di seluruh negeri dan menyebabkan kondisi politik dan keamanan hampir tak terkendali. Menyadari kondisi tersebut, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah 11Maret 1966 kepada Jenderal Soeharto. Ia mengangkat Jenderal Soeharto selakuPanglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) yang bertugasmengembalikan keamanan dan ketertiban. Langkah penertiban pertama yang dilakukan Soeharto, sejalan dengan tuntutan rakyat ketika itu, membubarkan PKI. Soekarno,setelah tragedi berdarah tersebut, dimintai pertanggungjawaban di dalam sidangistimewa MPRS tahun 1967. Pidato pertanggungjawabannya ditolak. Kemudian Soeharto diangkat selaku Pejabat Presiden dan dikukuhkan oleh MPRS menjadiPresiden RI yang Kedua, Maret 1968.
2.2   Indonesia Dibawah Kepemimpinan Soekarno
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.
Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.
     Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.
Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Pada tahun 1950-1960-an, ketika Indonesia baru saja merdeka dan sedang dikepung dari imperialism dari segala sudut, negeri muda ini memiliki angkatan perang yang sangat tangguh, bahkan disegani di dunia. Namun, sebelum membahas mengenai angkatan perang yang gemilang itu, alangkah baiknya jika diberi pengantar sedikit mengenai situasi politik saat itu. Karena, situasi politik saat itu sangat membidani lahirnya angkatan perang yang tangguh itu. Sebelum revolusi Agustus 1945 hingga menjelang provokasi Madiun 1948, Soviet banyak menyokong perjuangan rakyat Indonesia, bukan hanya dalam sokongan politik tetapi juga bantuan material. Sementara itu pembelaan yang dilakukan oleh Dmitri Manuilski dan Andrei Wsjinski atas kemerdekaan Indonesia di arena PBB, membikin nama Republik sovyet Sosialis Ukrainia dan Uni Republik-republik Soviet Sosialis umumnya harum sekali di Indonesia. Di tahun 1948, Soviet sudah mengulurkan tangan untuk bekerjasama dengan Indonesia, namun semua itu tertunda akibat meletusnya provokasi madiun. Boleh dikatakan, bahwa setelah provokasi Madiun meletus, sokongan tanpa balas budi dari Soviet turut terhenti, dan digantikan oleh campur tangan Amerika Serikat dan sekutunya.
AS, yang telah mengambil peranan lewat Komisi Tiga Negara (KTN), berhasil menggiring Indonesia dan Belanda ke meja perundingan, yaitu Konferensi Meja Bundar (KMB), yang melahirkan sebuah pengakuan formal akan kemerdekaan Indonesia, tetapi melanjutkan kolonialisme terselubung di negeri ini. Pada tanggal 6 September 1950, seorang tokoh sangat kuat di Masyumi, Natsir, telah memimpin pemerintahan, dan membagi kekuasaannya dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI), tetapi menutup pintu untuk golongan kiri. Karena lebih berorientasi kepada Barat, maka pemerintahan ini sangat anti kepada blok lawannya, yaitu golongan anti-imperialis atau kubu sosialis. Sehingga, kendati Soviet telah mengulurkan tangan untuk kerjasama dengan Negara baru ini, tetapi pemerintahan Natsir terlihat ragu untuk menerimanya. Setelah Natsir berakhir, kekuasaan dialihkan kepada seorang mitranya yang tidak kalah anti-kirinya, yaitu Sukiman, yang memegang kekuasaan sejak Maret 1951. Meskipun Sukiman menggeser politik luar negeri Indonesia semakin menjauh dari Belanda, namun semakin kelihatan merapat dengan AS, imperialis lainnya yang tak kalah kejamnya. Pada bulan Februari 1952, tanpa sepengetahuan parlemen, pemerintahan ini telah menandatangi perjanjian “Jaminan Keamanan Bersama” dengan AS, yang telah mengesahkan bantuan militer AS untuk Indonesia.
Sukiman berakhir pada tahun 1952 dan kemudian digantikan oleh tokoh PNI, Wilopo, yang sedikit banyaknya telah merubah haluan politik luar negeri Indonesia. Meskipun pemerintah baru ini masih bersedia menerima bantuan ekonomi dan teknis dari AS, tetapi telah bersikap kritis terhadap Negara adidaya itu. Imbangan kekuatan makin cepat bergesernya ketika Ali Sastroamidjoyo, salah satu tokoh penting PNI, menjadi perdana menteri. Pada tahun 1953, Indonesia telah mengirim dubesnya yang pertama ke Peking, dan, pada tahun 1954, telah terjadi tukar-menukar dubes antara Indonesia-USSR. Pergeseran ini juga tercermin dalam politik internasionalnya, dimana Indonesia telah mengeritik perang Korea, dan menolak untuk bergabung dengan fakta militer bentukan AS dan sekutunya, SEATO. Menlu AS saat itu, John Foster Dulles, menyebut perubahan sikap Indonesia ini sebagai “politik amoral”. Pada tahun 1956, dalam suasana perjuangan mengembalikan Irian barat ke pangkuan ibu pertiwi, Bung Karno telah memulai kunjungan ke beberapa Negara, diantaranya, AS, USSR, dan Tiongkok. Meskipun kunjungannya ke AS mendapat sambutan hangat dan berpidato di beberapa tempat di negeri itu, namun penguasa AS kelihatannya memihak kepada Belanda terkait persoalan Irian Barat.
Ketika berkunjung ke USSR, Bung Karno tidak hanya menemukan sebuah suasana yang hangat, tetapi juga dukungan dari Soviet terkait perjuangan nasionalnya. Kedua Negara sepakat menjalin kerjasama, dimana Soviet mengucurkan dana sebesar 100 juta USD. Pada tahun 1961, dalam sebuah pidatonya di Moskow, Bung Karno telah menandaskan bahwa Asia-Afrika mengarahkan mukanya kepada Soviet karena mengetahui bahwa negeri ini menghendaki kebebasan seluruh bangsa yang telah memproklamasikan kemerdekaannya, dan menyebut Soviet sebagai “mercusuar” dalam perjuangan mencapai kemerdekaan. Sebelumnya, November 1959, satu gugus kapal perang Soviet telah singgah di Jakarta, dan angkatan lau Indonesia membalas kunjungan ini pada tahun 1961. Tahun 1962 telah berdiri konsulat Soviet di beberapa kota, diantaranya, Surabaya, Banjarmasin, dan Medan. Dalam persoalan Irian Barat, Soviet sangat tegas memihak perjuangan rakyat Indonesia, yang digambarkannya sebagai perjuangan untuk melikuidasi segala bentuk kolonialisme. Terkait bantuan Soviet dalam membina AURI da ALRI saat perjuangan merebut Irian Barat, Laksamana Martadinata mengatakan, “Uni-soviet adalah satu-satunya Negara-negara yang siap membantu Indonesia dengan syarat-syarat yang dapat diterima Indonesia.” Bahkan, menurut sebuah artikel, Soviet memberikan bantuan sangat besar dalam membangun armada laut dan angkatan udara Indonesia, yang nilainya mencapai 2,5 milyar USD. Seperti dicatat Dubes Soviet saat ini, Alexander A Ivanov, ketika Indonesia sibuk menghadapi provokasi Belanda, negerinya pernah memberikan bantuan 17 kapal perang bagi Angkatan Laut (AL) Indonesia.
Untuk angkatan perang laut, Indonesia pernah punya satu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia saat itu, buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Inilah KRI Irian, sebuah kapal perang yang memiliki bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Bandingkan dengan kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1.600 ton. Untuk angkatan udara, angkatan perang Indonesia menjadi armada udara paling ditakuti di seluruh dunia. Indonesia dikabarkan memiliki ratusan pesawat tempur canggih, yaitu 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed, 30 pesawat MiG-15, 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17, dan 10 pesawat supersonic MiG-19. Pesawat diatas adalah buatan ilmuwan Soviet, salah satu pesawat supersonic paling canggih jaman itu, bahkan mengalahkan pesawat tercanggih yang dipunyai AS; pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II, seperti P-51 Mustang. Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, yang memiliki penembak peluru kendali, plus 2 kapal sebagai pasokan suku cadang. Kesemuanya pensiun begitu Soekarno jatuh, sedangkan satu buah dijadikan museum disurabaya. Angkatan perang inilah, ditambah dengan para sukarelawan rakyat, berhasil mengepung dan membuat gemetar Malaysia selama “68 hari”, padahal Malaysia didukung sepenuhnya oleh pasukan Inggris, Selandia Baru dan Australia. Karena kuatnya gempuran Indonesia saat itu, Inggris harus mengirimkan sejumlah kapal perang, termasuk beberapa kapal induk, untuk mempertahankan Malaysia. Tidak hanya itu, Royal Air Force harus mengirim skuadron pesawat tempur dalam jumlah besar untuk mengatasi gempuran Angkatan Udara Republik Indonesia. Ini semua berarti bahwa indonesia adalah salah satu negara yang disegani oleh dunia pada masa itu dan juga pemimpinya. 

2.3  Gaya Kepemimpinan Soekarno
Ir.Soekarno dilahirkan tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Ayahnya seorang bangsawan Jawa bernama Sukemi Sastrodihardjo dan Ibunya seorang bangsawan Bali bernama Idayu Njoman Rai. Perpaduan darah dari kedua bangsawan ini nampaknya menumbuhkan pribadi yang disegani, berwibawa, jiwa yang berkarakter dan watak cerdas pada diri Soekarno. Presiden Soekarno adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat populis, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang lembut dan menyukai keindahan.
Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasi pergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta pergerakan melepas ketergantungan dari negara-negara Barat (Amerika dan Eropa).
Ir. Soekarno adalah pemimpin yang kharismatik, memiliki semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Namun berdasarkan perjalanan sejarah kepemimpinannya, ciri kepemimpinan yang demikian ternyata mengarah pada figur sentral dan kultus individu. Menjelang akhir kepemimpinannya terjadi tindakan politik yang sangat bertentangan dengan UUD 1945, yaitu mengangkat Ketua MPR (S) juga. Soekarno termasuk sebagai tokoh nasionalis dan anti-kolonialisme yang pertama, baik di dalam negeri maupun untuk lingkup Asia, meliputi negeri-negeri seperti India, Cina, Vietnam, dan lain-lainnya. Tokoh-tokoh nasionalis anti-kolonialisme seperti inilah pencipta Asia pasca-kolonial. Dalam perjuangannya, mereka harus memiliki visi kemasyarakatan dan visi tentang negara merdeka. Ini khususnya ada dalam dasawarsa l920-an dan 1930-an pada masa kolonialisme kelihatan kokoh secara alamiah dan legal di dunia. Prinsip politik mempersatukan elite gaya Soekarno adalah “alle leden van de familie aan een eet-tafel” (semua anggota keluarga duduk bersama di satu meja makan). Dia memperhatikan asal-usul daerah, suku, golongan, dan juga partai. Melihat bagaimana seorang Soekarno memimpin di dalam sebuah organisasi maupun pemerintahan, menunjukkan perannya yang sentral sebagai seorang pemimpin sejati, sebagai seorang inspirator, idealis dan sebagai simbol perjuangan rakyat dalam menegakkan negara yang berdaulat yang dapat dijadikan sebagai panutan. Akan tetapi ia akhirnya dijadikan kambing hitam atas peristiwa yang mengakibatkan kekacauan politik di masa akhir kepemimpinannya. Dan gaya yang diterapkannya jelas menunjukkan bahwa Soekarno merupakan tipe pemimpin yang demokratis dengan mengedepankan semangat persatuan di atas kepentingan golongan, kelompok, ras, suku, agama tertentu akan tetapi juga ada yang menilainya sebagai pemimpin yang bertipe otoriter karena terkesan memaksakan kebijakan pemerintahannya kepada lembaga legislatif pada saat itu. Sebagai seorang pemimpin sejati soekarno mampu membawa arah perjuangan tetap konsisten meskipun banyaknya rintangan yang dihadapinya. Dapat dijadikan contoh ketika beliau berkali-kali dipenjara oleh pemerintahan kolonial, beliau tetap tegar bahkan semakin lantang dalam menentang penjajahan sampai memperoleh kemerdekaannya. Dalam hal sebagai inspirator atau seorang idealis Soekarno dapat menunjukkan prestasinya melalui rumusan Pancasila yang menjadi dasar negara hingga sekarang disamping pemikiran-pemikiran yang lain seperti Marhaenisme, kemandirian untuk hidup di atas kaki sendiri, nasionalisme persatuan di atas perbedaan yang ada di dalam negara dan satu idealisme yang kontroversial mengenai konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis) demi tercapainya persatuan bangsa mencapai eksistensinya di dalam mempertahankan kemerdekaan. Sebagai pemimpin yang idealis, Soekarno tidak mudah terpengaruh dengan keadaan bangsa ketika dihadapkan pada situasi yang sedang gawat. Beliau tetap berada untuk berada di atas prinsipnya sendiri dan menghindari campur tangan asing. Idealis seperti ini tercermin dengan seringnya pergantian sistem pemerintahan demi mengatasi masalah di dalam keadaan yang berbeda-beda. Bahkan idealismenya terlihat agak otoriter karena harus memaksakan keputusannya dalam mengatasi krisis dengan dekrit presiden, dan mengangkat dirinya menjadi presiden seumur hidup misalnya. Pada masa perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa, Soekarno layak disebut sebagai simbol perjuangan karena pada saat itu beliau mampu tampil sebagai diplomat dan orator yang mampu mengobarkan semangat perjuangan rakyat. Keberanian beliau terlihat ketika menyuarakan secara berapi-api tentang revolusi nasional, antineokolonialisme dan imperialisme. Dan juga kepercayaannya terhadap kekuatan massa,kekuatan rakyat. Beliau adalah seorang pemimpin yang rendah hati disamping sebagai seorang pemberani. Sifat ini dapat dilihat dari dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Beliau berkata “Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” Maka pantas apabila beliau dijadikan simbol perjuangan rakyat karena ketulusannya demi dan untuk rakyatnya.
Pada akhirnya, Soekarno tetaplah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahaan yang harus beliau bayar dengan melepaskan jabatannya sebagi Presiden Republik Indonesia yang pertama. Pada akhir jabatannya beliau dianggap bersalah dengan terjadinya tragedi G 30 S PKI yang mengakibatkan beliau harus menjadi kambing hitam (as scapegoat) atas terjadinya peristiwa itu dan harus turun tahta dari pemimpin bangsa setelah beliau berhasil mengawalinya.

2.4  Kelebihan dan Kekurangan Pada Masa Kepemimpinan Soekarno
Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

          Mengangkat harga diri bangsa di dunia Internasional
“Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia”. Ini adalah jargon yang dulu dikatakan oleh Bung Karno. Beliau benar-benar mengguncang dunia bersama pemuda-pemuda Indonesia yang lain. Nefo (new emerging forces), Gerakan Non Blok, KTT Asia-Afrika, dan politik luar negeri bebas-aktif adalah sedikit buktinya.
Setelah beliau menjadi Presiden Republik Indonesia, Nilai-nilai Nasionalisme tetap menjadi roh utama tujuan pemerintahannya. Salah satu faktor pentingnya yaitu dengan mengangkat harga diri bangsa di dunia Internasional. Beliau sangat sensitif dan reaktif jika Bangsa Indonesia diremehkan. Beliau membangun angkatan bersenjata yang kuat. Mempelopori banyak hal terkait isu “membangun dunia baru yang lebih adil dan merata”. Sepak terjangnya di dunia Internasional digoreskan dengan tinta emas, dan diingat lawan maupun kawan sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa.Gerakan Non blok yang ketika itu menjadi kekuatan baru yang netral dalam percaturan politik internasional adalah salah satu yang beliau pelopori bersama Sri Pandit Jawaharlal Nehru (India), Joseph Bros tito (Yugoslavia), dan Gamal Abdul Nasser (Mesir). Selain itu beliau juga memiliki komitmen yang kuat terhadap isu perdamaian dunia. Beliau merangsang kemerdekaan bagi negara-negara di dunia ketiga. Salah satunya yang cukup monumental yaitu KTT Asia-Afrika pertama yang dilaksanakan pada tanggal 18 April-24 April 1955 di Bandung. Tidak hanya dibidang politik, tingginya harkat dan martabat bangsa Indonesia juga merambah di dunia militer, pendidikan, dll. Sampai sekarang, nama Bung Karno masih disegani oleh Negara-negara lain, baik yang ketika itu berkawan, ataupun yang berseberangan dengannya. Beliau percaya, Kemajuan Indonesia harus diikuti oleh pembentukan karakter bangsa yang kuat. Melalui penanaman bibit Nasionalisme Indonesia, Bung Karno mengharapkan terbentuknya Bangsa Indonesia yang Berkarakter, berdikari, dengan latar belakang budaya yang kaya sehingga mampu mewujudkan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945.
         Memperkuat KeIndonesiaan di dalam negeri
Benih nasionalisme yang beliau tanam, terbalut dalam bingkai revolusi. Beliau percaya, bahwa perjuangan sesungguhnya sebagai bangsa tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Perjuangan sesungguhnya malah baru dimulai. Perjuangan mengisi kemerdekaan. Oleh sebab itulah, beliau selalu mengatakan bahwa Revolusi Indonesia belum selesai. Perjuangan yang begitu berat justru adalah membentuk karakter bangsa yang kuat, membangun kesadaran masyarakat sebagai bangsa Indonesia bukanlah urusan yang gampang. Masyarakat kita yang sangat heterogen rentan terhadap gesekan, baik horisontal maupun vertikal.
Untuk mewujudkan ambisinya tentang keindonesian itu, beliau memompa semangat nasionalisme bangsa. Beliau mengedepankan kebudayaan bangsa Indonesia yang tinggi dan kaya sebagai pemersatu. Kebhinekaan (keberagaman-perbedaan) yang berpotensi gesekan ras dialihkan menjadi suatu kekuatan. Beliau selalu membawa budaya Indonesia. Proklamator Kemerdekaan Indonesia Soekarno, tidak hanya dibanggakan bangsa ini tetapi juga dihormati dunia Internasional. Pada Jamannya peranan, keberanian dan kehebatan Soekarno sangat disegani dan dihormati pemimpin bangsa lain. Berbagai penghargaan dan 26 penghargaan Honoris Causa didapatkannya dari berbagai negara
Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.
         Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar
Yang isinya – berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat – menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.
Ada beberap kelebihan pada masa kepemimpinan Soeharto, yaitu sebagai berikut :
a.       Melakukan kebijakan ekonomi yang di anggap penting dengan mereformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50 % atas semua uang yang beredar pada kabinet natsi.
b.      Berani menentang kapitalisme yang di anut perusahaan-perusahaan peninggalan belanda
c.       Menasionalisasi/ mengambil alih perusahaan-perusahaan asing termasuk perusahaan belanda.
Ada beberap kelemahan pada masa kepemimpinan Soeharto, yaitu sebagai berikut :
a.       Perekonomian berjalan tidak mulus disebabkan ketidakstabilan politik dalam negeri yang dicerminkan oleh beberapa pemberontakan di sejumlah wilayah.
b.      Kondisi perekonomian Indonesia di orde lama hampir mengalami stagflasi selama 1965 – 1966 dengan PDB hanya 0,5 persen  dan 0,6 persen
c.       Kehancuran ekonomi Indonesia menjelang akhir periode orde lama juga di dorong oleh hiperinflasi yang pada tahun 1966 mencapai 650%.
d.      Sistem perekonomian terpengaruh haluan komunis meskipun indonesia berdasrkan haluan pancasila.

















BAB III
PENUTUP

3. 1 Kesimpulan
Ir. Soekarno adalah pemimpin yang kharismatik, memiliki semangat pantang menyerah dan rela berkorban demi persatuan dan kesatuan serta kemerdekaan bangsanya. Presiden Soekarno adalah bapak proklamator, seorang orator ulung yang bisa membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang sangat populis, bertempramen meledak-ledak, tidak jarang lembut dan menyukai keindahan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Ir. Soekarno berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan sangat fanatik, cocok diterapkan pada era tersebut. Sifat kepemimpinan yang juga menonjol dan Ir. Soekarno adalah percaya diri yang kuat, penuh daya tarik, penuh inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru.

3. 2 Saran

Sebagai seorang pemimpin yang menginginkan kemajuan bagi Negara dan rakyat yangdipimpinnya, hendaknya seorang pemimpin harus memiliki Pengetahuan umum yang luas,Kemampuan, Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu, Kemampuan Analitik, Ketrampilan berkomunikasi secara efektif, Keterampilan Mendidik, Kemampuan Menentukan Prioritas, Naluri yang Tepat, Keteladanan, Menjadi Pendengar yang Baik, Ketegasan dan keberanian, sertaorientasi masa depan. Semuanya itu akan sangat diperlukan oleh seorang calon pemimpinsebagai persiapan mental yang menjadi saat sekarang, belajar dari masa lalu dan rencana dimasa depan.


Komentar