pelangi(yang kurindukan)
aku merindu lagi, entah sudah seberapa sering ku tepis,bayanganmu mengelilingi bumi dengan kecepatan tak terukur, sedangkan kakiku sudah patah,untuk pergi dari kota kecil ini saja aku kesusahan,apalagi dari bumi, aku akan meringis kesakitan. meski begitu,otakku masih bekerja sangat bagus tentangmu,einstein tak akan sebanding denganku soal ini. aku selalu ingat bagaimana senyummu menjadi pelangi untukku,setelah hujan deras tak henti sepanjang tahun. lalu malam menghapus bahagiaku,angin berhenti bersama palangi yang hilang berganti gerimis, akhirnya,aku kedinginan lagi,lalu meringkuk memeluk tubuhku sendiri.